๐ŸŽ Kehendak Allah Dan Kehendak Manusia

Allahadalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." 1 Yohanes 4: 16. Jika Adam dan Hawa melakukan perbuatan dosa melalui kehendak bebas mereka, itu jelas bukan kehendak-Nya. Apa pun yang diperbuat manusia, Tuhan bisa saja membiarkannya selama rencana-Nya tidak terganggu ๏ปฟTakdir Kehendak Tuhan dan Kehendak Manusia (1) Sebelum membaca tulisan ini, diharapkan membaca terlebih dahulu artikel saya tentang, Ketetapan Allah, Siklus Kehidupan dan Kelahiran Kembali. Masalah takdir, kehendak Allah dan kehendak manusia sejak abad ke tujuh, sudah lama diberbincangkan dan diperdebatkan. KehendakAllah dan Keinginan Manusia. Jumat, 17 Januari 2020 - Peringatan Wajib Santo Antonius. 17/01/2020. 197. 1 Samuel 8:4-7, 10-22a. Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja Keempat karena kehendak manusia berada di bawah perbudakan setan maka dia sudah "mati" di hadapan Allah tetapi hidup di hadapan setan. Dengan kata lain, manusia tidak pernah ada kaitannya dengan Allah lagi baik dalam kebajikan, moral, dan kebenaran. Alkitab berkata bahwa manusia mati di dalam dosa dan pelanggarannya (Ef. 2:1). 424 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Jangan pernah berkata bahwa kita adalah orang percaya, kalau kita masih hidup menuruti manusia lama yang ada dalam diri kita dengan segala keinginannya. Apayang terjadi kepadamu, dan apa yang terjadi kepada manusia adalah wujud kehendak-Nya. Namun kehendak Allah dapat dibagi dan dibedakan menjadi beberapa kategori. Keridaan dan kehendak harus Allah harus menjadi satu, engkau tidak akan mungkin menjalankan sesuatu yang baik kalau kemudian Allah tidak meridainya. Maka satu hal yang harus Pasalnya jika Tuhan mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, melalui kehendak bebas-Nya dan kekuasaan-Nya maka manusia itu sebenarnya tidaklah bebas. Ia senantiasa berada dalam garis kehendak tuhan. Maka dari itu, kebebasan manusia senantiasa ada dalam batas kehendak tuhanโ€”Jika pun manusia tetap ingin dikatakan bebas. aliranyang berbeda pendapat sebaliknya berpendapat bahwa kekuasaan dan 10. B. Kehendak Allah dalam Pandangan Muktazilah dan Sunni 1. Muktazilah Muโ€Ÿtazilah mengatakan bahwa Allah memiliki kehendak dan kekuasaan yang terbatas meskipun yang membatasinya adalah kehendak Nya sendiri11. Menurut Muโ€Ÿtazilah, yang membatasi kehendak dan kekuasaan Allah Manusiadiminta oleh ayat ini dan ayat-ayat semacamnya K6XzweQ. Jakarta - Surat Yasin ayat 82 merupakan salat satu firman Allah SWT dalam Al Quran yang membuktikan kekuasaanNya atas makhluk yang diciptakanNya. Segala sesuatunya menjadi mudah bagiNya hanya dengan satu kata yang tercantum dalam ayat ini. Berikut bunyinya,ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ูƒูู†ู’ ููŽูŠูŽูƒููˆู†ูBacaan latin Innamฤ amruhลซ iลผฤ arฤda syai`an ay yaqแปฅla lahแปฅ kun fa yakแปฅnArtinya "Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu."Berdasarkan keterangan firman di atas, Allah SWT menciptakan alam semesta ini tanpa menggunakan alat atau perkakas apapun. Bila Allah SWT menghendaki terjadinya sesuatu maka cukup dengan satu kalimat kun faya kun yang bermakna jadilah."Apabila Ia menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman, 'Jadilah,' maka dengan serta-merta terwujudlah makhluk itu," bunyi keterangan tafsir surat Yasin ayat 82 dari fayakun juga dapat definisikan bahwa manusia tidak akan pernah melampauiNya. Segala penciptaan ini sudah berada di luar batas kuasa cara berpikir manusia. Dalam artian, manusia tidak sepantasnya untuk menyombongkan diri seputar kemampuan dan buku Manusia Mengeluh, Al Quran Menjawab yang ditulis oleh Agoes Noer Che, kehendak Allah SWT untuk mewujudkan sesuatu tersebut hanya melalui kata kun dengan tanpa adanya jeda atau selisih Yasin ayat 82 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkara hari akhir dan lainnya menjadi hal yang tidak mungkin mustahil bagiNya. Kebenarannya berada ditangan Allah SWT dan tidak patut untuk diingkari oleh umat ayat ini, surat Yasin juga ternyata secara keseluruhan merupakan surat yang istimewa dalam Al Quran. Bagi yang membacanya, Rasulullah SAW mengatakan, akan diberi ganjaran pahala yang setara dengan mengkhatamkan Al Quran sebanyak sepuluh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,ุฅูู†ูŽู‘ ู„ููƒูู„ูู‘ ุดูŽู‰ู’ุกู ู‚ูŽู„ู’ุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ุจู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูŠุณ ูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ูŠุณ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูู‚ูุฑูŽุงุกูŽุชูู‡ูŽุง ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชูArtinya "Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Quran adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al Quran." HR Darimi dan Tirmidzi.Sebab itu, tidak ada salahnya bagi umat muslim merutinkan bacaan surat Yasin. Selain, untuk menambah keimanan kepada Allah SWT lewat surat Yasin ayat 82, muslim yang membacanya juga dijanjikan pahala olehNya. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] rah/lus ๏ปฟูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุดูŽุงู“ุกููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุงู“ ุฃูŽู† ูŠูŽุดูŽุงู“ุกูŽ ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ูฑู„ู’ุนูŽูฐู„ูŽู…ููŠู†ูŽ Arab-Latin Wa mฤ tasyฤ`แปฅna illฤ ay yasyฤ`allฤhu rabbul-'ฤlamฤซnArtinya Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. At-Takwir 28 โœต Al-Infitar 1 ยปMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Tentang Surat At-Takwir Ayat 29 Paragraf di atas merupakan Surat At-Takwir Ayat 29 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi berbagai penjabaran dari beragam ulama terhadap isi surat At-Takwir ayat 29, di antaranya seperti berikut๐Ÿ“š Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia26-29. Dimana akal kalian saat kalian mendustakan al-qurโ€™an setelah argument-argument yang kuat ini? Al-qurโ€™an adalah nasihat bagi seluruh manusia, Yaitu bagi siapa yang berkenan dari kalian untuk berjalan lurus diatas kebenaran dan iman. Kalian tidak sanggup beristiqamah dan tidak menghendakinya kecuali dengan kehendak Allah tuhan seluruh makhluk.๐Ÿ“š Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram29. Dan tidaklah kalian mampu berkehendak untuk istikamah atau berkehendak lainnya kecuali bila Allah -Rabb segala makhluk- berkehendak demikian.๐Ÿ“š Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah29. ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุดูŽุขุกููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุข ุฃูŽู† ูŠูŽุดูŽุขุกูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู€ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูฐู„ูŽู…ููŠู†ูŽ Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam Yakni tidaklah kalian menghendaki atau mampu untuk beristiqamah kecuali dengan kehendak dan taufik dari dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang๐Ÿ“š Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah29. Kamu sekali-kali tidak akan bisa menempuh jalan lurus itu kecuali hanya ketika Allah menghendaki itu padamu. Dia-lah Penguasa seluruh makhluk๐Ÿ“š Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Kalian tidak dapat berkehendak, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam} Tuhan semua makhluk.๐Ÿ“š Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 HAyat 29 โ€œDan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam,โ€ yakni, kehendak Allah pasti terlaksanan, tidak mungkin dicegah dan dihalangi. Dalam ayat ini dan ayat-ayat serupa terdapat bantahan untuk golongan yang menafikan takdir dan golongan yang menyatakan bahwa manusia dipaksa melakukan segala sesuatu sebagaimana contohnya telah dijelaskan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang๐Ÿ“š Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSAKehendak hamba itu mengikuti kehendak Allah ๏ทป, dan ayat ini merupakan bantahan atas pemahaman para pengikut "al-qodariyah'' dari golongan ''al-mu'tazilah'' yang mengatakan Setiap hamba memiliki keinginan tersendiri, dan keinginan itu tidak ada campur tangan dari Allah ๏ทป. Dan orang-orang yang berada dalam kebenaran mengatakan Setiap hamba memiliki keinginan ataupun kehendak akan tetapi keinginan itu mengikuti keinginan dan kehendak Allah ๏ทป.๐Ÿ“š Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 HOleh karenanya Allah berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุดูŽุงุกููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€œDan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah,โ€ Tidaklah kita menghendaki sesuatu melainkan itu sudah dikehendaki Allah sebelumnya. Jika kita sudah menghendaki sesuatu kita tahu itu juga atas kehendak Allah, kalau bukan karena kehendak Allah maka itu tidak bisa kita realisasikan, sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽุชู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูููˆุง ููŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ููˆุง โ€œDan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang datang sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada pula di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.โ€QS. Al-Baqoroh 253 Jika kita melakukan sesuatu maka kita tahu bahwa itu sesuai dengan kehendak dan pilihan kita, akan tetapi kita tahu bahwa kehendak dan pilihan kita tersebut dapat terwujud setelah kehendak Allah Azza Wa Jalla, kalau bukan karena kehendak Allah maka kita tidak bisa berbuat apa pun. Jika ada yang mengatakan Kalau begitu kita punya hujjah alasan dalam melakukan kemaksiatan, karena kita tidak berkehendak bermaksiat kecuali setelah dikehendaki Allah. Jawabannya Tidak ada hujjah alasan bagi kita, karena kita tidak tahu bahwa Allah telah menghendakinya kecuali setelah kita lakukan, dan kita lakukan berdasarkan pilihan kita, oleh karena itu, tidak mungkin kita mengatakan Allah telah menghendaki demikian kecuali setalah itu terjadi, jika telah terjadi maka mengapa itu bisa terjadi? Itu terjadi karena keinginan dan kehendak kita. Maka dari itu tidak mungkin bagi pelaku maksiat mempunyai hujjah kepada Allah Azza Wa Jalla, Allah telah membantah hujjah ini dalam firman-Nya ุณูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒููˆุง ู„ูŽูˆู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุขุจูŽุงุคูู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุฐู‘ูŽุจูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฐูŽุงู‚ููˆุง ุจูŽุฃู’ุณูŽู†ูŽุง โ€œOrang-orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak pula kami mengharamkan barang sesuatu apa pun". Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan para rasul sampai mereka merasakan siksaan Kami.โ€QS. Al-Anโ€™am 148 Kalau saja mereka tidak tidak punya hujjah kalau mereka punya hujjah maka mereka tidak akan merasakan siksa Allah, dan pasti mereka akan selamat dari siksa Allah. Namun mereka tidak memiliki hujjah, maka mereka akan merasakan siksa Allah. Kita semua tahu jika ada seseorang ditawarkan bahwa ada negeri aman dan tentram, rejekinya mengalir di seluruh penjuru negeri itu, di dalamnya terdapat mata pencaharian yang tidak didapati di negeri lainnya, dan ada negeri satunya, negeri yang menakutkan tidak tentram, perekonomiannya goncang dan keamanannya tidak stabil, maka ia akan pergi ke negeri yang mana? Tentu pasti dia akan pergi ke negeri yang pertama murni kerena keinginannya sendiri, begitu juga dalam memilih jalan kebaikan dan jalan keburukan. Allah telah menjelaskan kepada kita, ini jalan ke neraka jahannam, ini jalan ke surga. Allah juga menjelaskan kepada kita tentang kenikmatan yang ada disurga, dan juga tentang azab neraka, maka yang mana yang akan kita tempuh? Tentu sangat jelas pasti kita akan menempuh jalan ke surga tanpa ragu, sebagaimana dalam contoh sebelumnya kita akan menempuh jalan menuju negeri yang aman yang menghasilkan rejeki yang lancar di setiap penjurunya. Jika saja yang kita tempuh adalah jalan ke neraka maka kita akan memperoleh celaan dan kehinaan. Kita akan dipanggil dengan sebutan bodoh, sebagaimana jika kita menempuh jalan ke negeri yang menakutkan, goncang yang tidak ada ketentraman di dalamnya, maka setiap orang akan mencela dan menycibir kita. Sehingga, dalam firman Allah taโ€™ala ู„ูู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ โ€œyaitu bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.โ€ terdapatpenetapan bahwa manusia melakukan sesuatu dengan kehendak dan keinginannya, namun setelah ia melakukan dan menghendaki sesuatu itu kita tahu bahwa Allah telah menghendakinya sebelumnya, seandainya Allah berkehendak lain maka tidak mungkin ia dapat mengerjakannya. Dan banyak hal yang seorang manusia telah bertekad sesuatu, dan menuju ke tekadnya itu, namun tidak lama kemudian dia berpaling darinya atau dipalingkan darinya, karena Allah tidak menghendakinya. Kita banyak menginginkan pergi ke Masjid untuk mendengarkan ceramah, tiba tiba kita pergi karena ada suatu sebab atau tanpa sebab, terkadang sebabnya kita ingat bahwa kita punya kesibukan lain sehingga kita pulang, dan terkadang kita pulang tanpa sebab, kita tidak tahu melainkan karena Allah telah memalingkan keinginan kita darinya maka kita pun pulang. Oleh karena itu jika orang arab badui di tanya Dengan apa engkau mengenal Rabb-Mu? Ia akan menjawab Dengan dihilangkannya tekad-tekad dan dipalingkannya keinginan kita. Dengan dihilangkannya tekad-tekad Yakni seorang manusia bertekad sesuatu dengan tekan yang kuat, tiba tiba tekad itu hilang! Siapa yang menghilangkan tekadnya itu, dia tidak merasakannya, bahwa di sana yang mendorongnya yang mengharuskan ia meniadakan tekad awalnya itu, itu adalah murni kehendak Allah. Dipalingkannya keinginan kita Insan menginginkan sesuatu ia menuju kepadanya dengan sempurna, tiba-tiba ia mendapati dirinya berpaling dari itu, baik yang memalingkannya itu berupa penghalang yang dapat ia rasakan dengan indranya atau bisa juga hanya sekedar pilihannya, pilihan untuk tidak meneruskannya. Semua itu murni dari Allah Azza Wa Jalla. Kesimpulannya Bahwa Allah berfirman ู„ูู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ โ€œyaitu bagi siapa di antara kamu yang mau istiqomah menempuh jalan yang lurus.โ€ Istiqomah adalah keadilan keseimbangan dan tidak ada keadilan yang lebih lurus daripada keadilan Allah Azza Wa Jalla dalam syariโ€™at-Nya. Syariโ€™at-syariโ€™at terdahulu itu menyesuaikan dengan kondisi, waktu dan keadaan umat-umat terdahulu, dan setelah diutusnya Rasulullah alaihissholaatu wassalaam, maka syariโ€™at pasti sesuai dengan umat diutusnya Nabi shallallaahu alaihi wa sallam dari sejak awal diutusnya beliau hingga dunia ini berakhir. Oleh karena itu, ada ungkapan yang dikenal mengatakan โ€œBahwa agama islam baik untuk setiap zaman, tempat dan keadanโ€. Seandainya manusia berpegang dengannya maka pasti Allah akan memperbaiki manusia. Misalnya, Coba perhatikan, pertama-tama ia harus solat dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka berbaring, dengan begitu syariโ€™at ini berkembang sesuai dengan kondisi seseorang, karena agama baik untuk setiap waktu, tempat dan keadaan. Seorang yang tidak dalam kondisi suci bersuci wajib bersuci dengan air, kalau tidak mampu menggunakan air karena sakit atau tidak ada air maka ia boleh bertayammum, jika tidak mampu, tidak ada debu, atau tidak bisa mengenakan debu maka ia tetap sholat tanpa sesuatu, tanpa bersuci dengan air juga tanpa bersuci dengan tayammum. Semua ini dikarenakan syariโ€™at Allah Azza Wa Jalla dibangun di atas keadilan, tidak ada unsur semena-mena dan kezaliman di dalamnya, tanpa dan tekananan dan yang memberatkan/ oleh karenanya Allah berfirman ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ โ€œyang mau istiqomah menempuh jalan yang lurus.โ€ sedangkan kebalikan dari istiqomah adalah inhiraf menyimpang yang terbagi menjadi dua penyimpangan berupa belebihan dan ghuluw, dan penyimpangan berupa bermudah-mudah dan menyepelekan. Oleh karena itu manusia dalam menyikapi agama Allah Azza Wa Jalla ada tiga macam Dua macam dan yang tengah-tengah, ada yang berlebihan, guluw, memaksakan dan memberat-beratkan, dan ada yang mnggampangkan, menyepelekan dan bermudah-mudah, dan yang ketiga adalah yang tengah-tengah antara yang berlebihan dengan yang bermudah-mudah, lurus di atas agama Allah, inilah yang terpuji. Adapun yang berlebihan dan yang bermudah-mudah keduanya binasa sesuai kadar berlebihan dan bermudah-mudahannya. Nabi shallallaahu alaihi wa sallam melarang berlebihan, melampaui, memaksakan diri dalam agama sehingga beliau bersabda ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู’ู†ูŽุŒ ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู’ู†ูŽุŒ ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุทู‘ูุนููˆู’ู†ูŽ โ€œ Binasalah orang-orang yang memaksakan diri, binasalah orang-orang yang memaksakan diri โ€1 karena memaksakan diri mengandung unsur memberatkan diri di dalamnya terdapat unsur keluar dari agama Allah Azza Wa Jalla. Sebagaimana beliau juga mencela orang yang melalaikan dan bemudah-mudah, Allah berfirman dalam mensifati orang-orang munafik ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ โ€œDan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas.โ€ QS. An-Nisa 142 Agama Allah pertengahan antara berlebihan dengan bermudah-mudah, oleh karenanya Allah di sini berfirman ู„ูู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ โ€œyaitu bagi siapa di antara kamu yang mau istiqomah menempuh jalan yang lurus.โ€ tidak condong baik ke kiri mau pun ke kanan. Sehingga berjalan dengan seimbang di atas agama Allah Azza Wa Jalla. Selain berlaku saat berinteraksi dengan Al-Khaliq Azza wa Jalla, yaitu dalam ibadah, istiqamah juga harus diterapkan saat bermuโ€™amalah dengan makhluk, maka hendaknya engkau berinteraksi dengan orang-orang dengan sikap pertengahan, antara sikap keras, kasar dan garang dengan sikap santai, mengalah dan merendah, jadilah seorang yang tegas dalam suatu kondisi dan jadilah orang yang lembut pada kondisi yang lain. Oleh karenanya para Fuqoha rahimahumullah berkaitan dengan hakim, mengatakan โ€œHendaknya ia lembut tanpa menunjukkan kelemahan, kuat tanpa kekerasanโ€ Sehingga kelembutannya tidak terlampau hingga lemah dan kekuatannya tidak terlampai hingga kasar, namun pertengahan keduanya, lembut tidak lemah dan kuat tanpa harus kasar sehingga perkaranya lurus. Sebagian memperlakukan orang lain dengan kekerasan, kasar dan memandang dirinya lebih tinggi dari orang lain, dan orang lain lebih rendah darinya. Ini adalah kekeliruan. Sebagian orang juga ada yang merendahkan dirinya sampai-sampai kerendahannya itu malampaui batas diremehkan dan tidak peduli, sehingga ia tidah ada kehormatan di hadapan manusia, ini juga kesalahan. Seharusnya seorang insan memiliki karakter antara dua sifat yang bertentangan tersebut sebagaimana petunjuk Nabi shallallaahu alaihi wa sallam. Sungguh beliau shallallaahu alaihi wa sallam akan tegas di saat yang mengharuskannya tegas, dan bersikap lembut di saat yang semestinya lembut, maka seorang insan mengumpulkan antara sikap tegas, keras dengan sikap lembut, santun dan kasih sayang. 1 Dikeluarkan Muslim 2670 dari hadits Abdullah Bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุดูŽุงุกููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€œDan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah,โ€ Maknanya Kalian tidak mungkin menghendaki terwujudnya sesuatu kecuali Allah telah menghendakinya sebelumnya, maka kehendak manusia tidak terjadi kecuali setelah kehendak Allah Azza Wa Jalla, jikalau Allah menghendaki tidak akan terjadi, dan kalau Allah menghendaki sesuatu tidak terjadi pasti tidak akan terjadi walau pun anda menghendakinya, sampai pun kalau anda menghendakinya sedangkan Allah tidak menghendaki maka itu tidak akan pernah terjadi. Bahkan Allah Taโ€™ala akan mendatangkan sebab-sebab yang akan menghalangi anda dengan perkara itu sehingga tidak terjadi, ini adalah permasalahan yang harus diperhatikan oleh setiap insan, hendaknya mengetahui bahwa perbuatannya adalah kehendaknya sendiri secara utuh tanpa paksaan, namun kehendaknya ini terkait dengan kehendak Allah, ia mengetahui bahwa tidaklah ia menghendaki sesuatu kecuali setelah kehendak Allah, dan seandainya Allah berkehendak untuk tidak terjadi maka insan tidak mungkin mewujudkannya atau jika manusia tetap menghendakinya namun ia akan tehalangi dengan sebab-sebab dan penghalang-penghalang. ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œRabb semesta Alamโ€ Mengandung isyarat kepada keumuman rububiyah Allah, dan bahwa rububiyah Allah mencakup segala sesuatu, namun perlu kita ketahui makna Aalamiin pada ayat ini tidak sama dengan aalamiin pada firman Allah ุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฐููƒู’ุฑูŒ ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œAl Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam" Makna Aalamiin yang pertama ุฐููƒู’ุฑูŒ ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œperingatan bagi semesta alam" adalah orang-orang yang diutus rasul kepada mereka adapun pada ayat ini ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ โ€œRabb semesta Alamโ€ maka maksudnya adalah segala sesuatu selain Allah makhluk, semua selain Allah maka itu disebut aalam, karena tidak ada di sini kecuali Raabb pencipta, pengatur dan marbub. Jika dikatakan Rabb al-aalamiin semesta alam maka pasti maknanya adalah segala sesuatu selain Allah, Sebagaimana dikatakan oleh al-Imam, Syaikhul Islaam Muhammad Bin Abdulwahhaab rahimahullah โ€œ dan segala sesuatu selain Allah disebut aalam dan aku adalah salah satu dari aalam โ€ Kesimpulannya Bahwa Surat ini adalah surat yang agung, yang mengandung peringatan dan pelajaran yang selayaknya seorang mukmin membacanya dengan mentadabburinya, perlahan dan mengambil pelajaran dari kandungannya sebagaimana ini wajib ia lakukan di semua surat dan ayat dalam al-Quran, sehingga ia tergolong orang yang dapat mengambil pelajaran dan manfaat dari kitabullaah. Kita memohon kepada Allah Taโ€™ala agar memberikan pelajaran dengan kitab-Nya, petunjuk rasul-Nya shallallaahu alaihi wa sallam dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang nyata, sesungguhnya Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.๐Ÿ“š An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat At-Takwir ayat 29 Ketahuilah oleh kalian ! Sesungguhnya kalian tidak akan mampu melakukan apapun kepada siapa yang istiqamah kecuali atas izin Allah, dan telah Allah muliakan atas hamba-hamba-Nya dan Allah jadikan mereka pilihan; Maka silahkan bagi yang ingin beriman silahkan beriman dan bagi yang ingin kafir silahkan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang๐Ÿ“š Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, berlaku, tidak mungkin ditolak atau dihalangi. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan demikian, adalah agar manusia tidak bersandar kepada dirinya, bahkan hendaknya ia mengetahui bahwa hal itu terkait dengan kehendak Allah sehingga ia pun meminta kepada Allah hidayah-Nya kepada apa yang dicintai-Nya dan diridhai-Nya. Dalam ayat ini terdapat bantahan terhadap golongan Qadariyyah yang beranggapan bahwa manusia berkuasa mutlak terhadap tindakannya dan bahwa Allah sama sekali tidak berkuasa. Yang benar adalah jalan yang ditempuh Ahlussunnah wal jama'ah, di mana jalan tersebut merupakan jalan As Salafush Shalih, yakni bahwa manusia berbuat sesuai kehendak dan pilihannya, namun kehendak dan pilihannya mengikuti kehendak Allah Ta'ala, jika Dia menghendaki, maka akan terjadi perbuatan itu dan jika tidak menghendaki, maka tidak akan terjadi perbuatan itu.๐Ÿ“š Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat At-Takwir Ayat 29Hanya saja, keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu tidak akan terlaksana kecuali jika Allah menghendaki. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu kecuali apabila dikehendaki Allah, tuhan seluruh alam. 1-4. Ada empat peristiwa besar pada hari kiamat yang disebutkan di bagian awal surah ini, dari ayat 1 s. D. 4. Dua peristiwa yang pertama terjadi di langit dan sisanya di bumi. Apabila langit yang demikian besar dan kukuh terbelah, retak, kemudian digulung. Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, keluar dari garis edarnya, dan berhamburan secara acak akibat hilangnya gaya tarik-menarik antar-benda angkasa. Dan apabila lautan dijadikan meluap, di mana batas antara satu laut dengan lainnya terbelah dan hancur sehingga air meluap. Air tawar dan asin pun menyatu, berkumpul menjadi lautan raksasa tak bertepi. Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar sehingga mayat-mayat yang ada di dalamnya hidup kembali lalu berhamburan keluar tak tentu dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah bermacam penjabaran dari beragam ulama tafsir terkait isi dan arti surat At-Takwir ayat 29 arab-latin dan artinya, semoga memberi kebaikan bagi kita. Support perjuangan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Yang Paling Sering Dibaca Nikmati banyak halaman yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat Ali Imran 97, At-Thalaq, Al-Hadid 20, Al-Baqarah 43, Ad-Dukhan, Al-Qamar 49. Ada juga Ali Imran 139, Al-Jin, Al-Maโ€™idah 8, Tentang Al-Quran, Al-Baqarah 45, Al-Isra 25. Ali Imran 97At-ThalaqAl-Hadid 20Al-Baqarah 43Ad-DukhanAl-Qamar 49Ali Imran 139Al-JinAl-Maโ€™idah 8Tentang Al-QuranAl-Baqarah 45Al-Isra 25 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Taโ€™ala untuk membaca al-Qurโ€™an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut ๐Ÿ”— *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apa yang dinamakan kehendak manusia adalah suatu akibat dari sebab. Sebagai contoh, kehendak seseorang untuk menolong orang lain didasari oleh satu atau beberapa sebab Harapan untuk mendapatkan pertolongan balik dari orang yang ditolong pada waktu mendatang,Harapan untuk mendapatkan simpati atau nama baik dari pihak ketiga,Kebutuhan mengobati rasa sakit hati alamiah naluri akibat menyaksikan penderitaan orang lain,Mengharap kasih sayang atau pertolongan dari Tuhan,Dan di atas adalah wujud kebutuhan diri manusia, sehingga dapat di-skema-kan sebagai berikut Kebutuhan >> Diri >> tidak ada kebutuhan, maka tidak akan ada kehendak. Jadi kehendak manusia pada dasarnya bukanlah berasal murni dari dirinya sendiri. Kehendak manusia bukanlah wujud kreatifitas yang murni dari diri. Kalau toh ada kreatifitas, maka itu hanya berupa โ€œpemilihan kehendakโ€, yang mana masih terikat dengan kebutuhan uraian di atas, terlihat bahwa kehendak manusia bukanlah kehendak sejati. Kehendak bebas manusia, bukanlah kehendak bebas yang sejati..Kehendak TuhanKehendak manusia berbeda dengan Kehendak Tuhan. Tuhan dalam berkehendak tidak untuk memenuhi kebutuhanNYA KehendakNYA di awali dengan penetapan Tuhan atas diriNYA sifat kasih sayang. Penetapan ini bukan karena kebutuhan, tetapi wujud kesempurnaan, kemandirian, dan kebebasan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, yaitu bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al An'am54. Untuk mencurahkan kasih sayangNYA, DIA berkehendak menciptakan diri-diri manusia yang diberikan kasih sayang mendukung diri manusia, DIA berkehendak menciptakan bumi yang di dalamnya terkandung berbagai mendukung bumi, DIA berkehendak menciptakan langit dan apa yang ada di antara bumi dan Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menciptakan langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.Al Baqarah29*Note Urutan yang seperti di atas adalah suatu bentuk rumusan tujuan penciptaan, yang diwujudkan dengan urutan terbalik, sebagaimana logika manusia mengatakan bahwa bumi tercipta sebelum manusia ada.. Keseluruhan kehendak mencipta alam ini dunia kelak diiringi dengan kehendakNYA mengganti alam ini dengan alam yang lain akhirat. Sehingga alam yang sekarang ini berada dalam suatu rentang waktu tertentu yang telah dikehendakiNYA sendiri. Dan dengan terwujudnya alam akhirat, maka manusia sebagai makhluk akan mencapai kesempurnaan atas kasih sayangNYA.Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit, dan meraka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Ibrahim48 .KehendakNYA terhadap keadaan yang terjadi di alam juga bukan karena kebutuhanNya, tetapi atas dasar kehendakNYA juga yang telah menetapkan hukum alam yang penuh dengan rahmatNYA. KehendakNYA di alam adalah menjaga keseimbangan alam sampai saatnya diganti dengan alam akhirat.***Di antara kehendak Tuhan adalah mewujudkan keadaan baik maupun buruk bagi manusia dikarenakan apa yang dilakukan oleh diri manusia itu sendiri Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.Al Baqarah261Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian dari pahala kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Ali Imran176.Tuhan tidak memberi kebaikan kepada manusia tertentu, disebabkan manusia tersebut memang menutup diri terhadap kebaikan. note kafir = menutup diri. Hal ini adalah sebab akibat yang wajar, sehingga bukan keinginan pribadi Tuhan atas keburukan yang akan menimpa seorang manusia. Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.Ali Imran108***Selain itu, dalam mewujudkan kehendak, Tuhan sedikitpun tidak mengalami konsekuensi maupun berkata "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman dengan perantaraan Jibril "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya "Jadilah", lalu jadilah dia. Ali Imran47Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. Qaaf38***Kehendak Tuhan juga terbebas dari keinginan manusia. Kehendak Tuhan hanya didasari oleh hukum yang Tuhan buat sendiri, yaitu hukum alam yang teliti dan tidak memihak berkeadilan. 1 2 Lihat Filsafat Selengkapnya

kehendak allah dan kehendak manusia